Minggu, 25 November 2012

SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL KEGIATAN



  • Pengertian proposal

Proposal merupakan pedoman kerja, gambaran atau peta perjalanan lengkap yang akan dilalui selama melakukan kegiatan. Proposal bisa disebut juga “Perencanaan Tertulis”. Bagi sebuah organisasi (kepanitiaan), menyusun proposal kegiatan merupakan langkah yang sangat penting, karena  langkah ini dapat menentukan berhasil tidaknya seluruh kegiatan.  

  •  Sistematika Penyusunan Proposal


A.      Latar Belakang Kegiatan
Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan tersebut.
B.      Dasar Pemikiran
Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Berdasarkan program kerja OSIS dan lain-lain.
C.      Nama Kegiatan
Berisi nama kegiatan yang akan dilaksanakan, contoh: “LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA” atau “CLASS METTING” atau “TAKBIR KELILING” dan lain sebagainya.
D.      Tujuan Kegiatan
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.
E.       Target Kegiatan
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point D) terutama mengenai ukuran¬ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
F.       Manfaat Kegiatan
Berisi tentang manfaat dilaksanakannya kegiatan tersebut, contoh: bagi lembaga, bagi organisasi/ kelas, bagi siswa.
G.     Jenis Kegiatan
Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut, misal: berupa perlombaan, seminar, pelatihan, penyampain materi secara lisan, tanya jawab, simulasi dll.
Contoh:    Ajang ketangkasan, olah raga
                    a. Futsal
                    b. Volly
                    c. Basket, dll.
                    Ajang kreatifitas, seni
                    a. Cerpen
                    b. Teater
                    c. Cerdas cermat, dll.
H.     Waktu dan Tempat Kegiatan
Menunjukkan waktu kapan dilaksanakannya kegiatan, meliputi tanggal, bulan, tahun, dan pukul berapa dilaksanakannya kegiatan. Menunjukkan tempat dimana kegiatan dilaksanakan.
I.        Jadwal Kegiatan
Dibuat sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya, atau bisa ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
J.        Kepanitiaan/ Pelaksana dan Organisasi kerja
Dalam halaman atau bagian ini tulis siapa pelaksana kegiatan, atau bisa ditulis terlampir.
K.      Sasaran/ Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut (atau lebih kenal dengan peserta).
L.       Anggaran Dana Kegiatan
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
M.    Penutup
Berisi tentang ucapan syukur atas tersusunya proposal, harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.

Keterangan :
Ø  Sertakan surat permohonan pengajuan dana saat mengajukan proposal, ditujukan kepada Kepala Madrasah.
Ø  Sistematika cover/ sampul (berwarna hijau muda)
Text Box: Bagian atasPROPOSAL
NAMA KEGIATAN
LOGO OSIS (di tengah)
Pengurus OSIS  ------- di bawah logo
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
Text Box: Bagian bawahMADRASAH ALIYAH TARBIYATUL WATHON
CAMPUREJO PANCENG GRESIK
MASA ABDI 2012-2013
Ø  Contoh lembar halaman pengesahan
Campurejo, 20 Oktober 2012

PENGURUS OSIS

                    Ketua,                                                                          Sekbid………………….,



                    ______________________                                         _______________________

Mengetahui :

             Ketua Dewan Pembina OSIS,                                             Pembina Sekbid………………,




                ______________________                                         _______________________

PENTINGNYA PENDEKATAN PERSUASIF DALAM MEMIMPIN ORGANISASI



Dalam sebuah organisasi, peran pemimpin adalah sangat berpengaruh terhadap maju mundurnya organisasi. Karena dengan karakteristik pemimpin itulah yang menggerakan dan mengarahkan organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor penting yang berperan dalam memimpin sebuah organisasi adalah melakukan pendekatan persuasif kepada para bawahanya. Dengan pendekatan yang baik dan halus akan membantu kelancaran dalam menjalankan suatu program. Selain itu, juga membantu mempererat hubungan antar personil. Pendekatan gaya persuasif dapat diartikan gaya memimpin dengan menggunakan pendekatan yang menggugah perasaan,pikiran atau dengan kata lain melakukan ajakan atau bujukan.
Pendekatan persuasif yang bagaima yang diperlukan dalam memimpin sebuah organisasi? Untuk mencapai suatu tujuan tentunya harus menyiapkan peralatan atau perlengkapan yang maksimal. Dalam sebuah organisasi tentu tidak bisa lepas dengan yang namanya manajemen dan pemimpin. Ketiga komponen ini adalah merupakan sebuah rangkaian yang saling berkaitan dan saling melengkapi. Apabila salah satu dari komponen tersebut tidak sinkron maka tujuan daripada organisasi tersebut akan sulit untuk dicapai. Berikut adalah salah satu faktor yang dianggap sangat efektif dalam mengelola sebuah organisasi, yaitu dengan melakukan pendekatan persuasif kepada para bawahanya.
Pendekatan yang baik dan halus sangat mempengaruhi bawahan dalam menjalankan suatu tugas atau pekerjaan. Pendekatan tersebut antara lain yaitu:
1.  Melakukan komunikasi yang aktif, proses mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal. Setiap manusia adalah mempunyai kemampuan berkomunikasi, baik itu komunikasi verbal maupun nonverbal. Apabila setiap pemimpin mampu memanfaatkan kemampuan berkomunikasinya dengan baik dan aktif maka segala informasi, pesan, dan persoalan akan mudah untuk diselesaikan dan dikompromikan.
2.  Memberikan motivasi, yakni pemberian daya gerak yang mampu membuat seseorang bergairah dalam bekerja. Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan (2008:219) motivasi adalah pemberian daya gerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.            
Agar pemimpin dapat memotivasi bawahan dengan lebih mudah, diperlukan kemampuan menunjukkan "makna" pekerjaan yang akan dilakukan dan menunjukkan "keuntungan" yang akan diraih. Akan tetapi, tidak semua keuntungan “masa depan” dapat dinyatakan dengan mudah. Perlu kepandaian berkomunikasi untuk  menggambarkan peluang pencapaian di masa depan secara meyakinkan. Tantangan seperti inilah yang dihadapi pemimpin masa kini: bagaimana mengubah pola pikir jangka pendek menjadi jangka panjang, yang berarti dituntut kemampuan untuk menggambarkan “skenario keberhasilan masa depan”.
3.  Memfasilitasi mengikuti pelatihan, memberikan fasilitas kepada para bawahanya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui partisipasi seminar, training, workshop, dan lain sebagainya. pemimpin yang suka melakukan pengembangan terhadap para bawahannya dengan cara memberikan pendidikan dan keterampilan, maka bawahan tersebut akan bertambah pengetahuan, wawasan, dan pengalamannya, sehingga dimungkinkan kinerjanya akan  lebih baik dari hari ke hari.
4.  Memberi insentif, memberikan penghargaan pada pegawai yang berprestasi. Hasibuan (2003:118), mengatakan bahwa insentif adalah “Tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang kinerjanya diatas kinerja standar”. Faktor ini adalah sebagai dorongan dan motivasi dalam menciptakan gairah kerja yang ada pada diri pegawai, guna untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan kebebasan untuk lebih maju dan berprestasi. Insentif menjamin bahwa karyawan akan mengarahkan usahanya untuk mencapai tujuan organisasi.
Demikian secara singkat penulis paparkan pentingnya pendekatan persuasif dalam memimpin organisasi. Dengan cara melakukan pendekatan ini kita bisa membuat bawahan-bawahan nyaman dan menghilangkan tanggapan jika pemimpinnya orang yang suka memberi tekanan-tekanan,Sehingga antara pemimpin dan bawahan bisa lebih dekat seperti tidak ada batasan atau pangkat, dan membuat suasana menjadi lebih enak.

Rabu, 12 September 2012

Struktur Panitia OPAK STAIDRA 2012

-->
Penanggungjawab
: Imam Azhar, M.Pd
Ketua STAIDRA
-
Pembina
: Nuril Ahmad, S.Si.
PK III
-
Ketua
: Moh. Syifa’ul Kirom
PMI smt. V
Rejodadi Panceng
Sekretaris
: Moh. Bahrul Ulum
PAI smt. VI
Campurejo Panceng
Bendahara
: Sriyanti
PAI smt. III
Kemantren Paciran
Kesekretariatan
: Ah. Purnomo Al-F.
PAI Int. smt. VII
Kemantren Paciran

  Siti Masluhah
PMI smt. III
Sambeng Paciran

  Lailil Mahfiyah
KPI smt. III
Campurejo Panceng
Protokoler
: Nurul Hakim
PMI smt. VII
Kemantren Paciran

  Tatik Latifatun N.
PAI smt. III
Dagan Solokuro
Sarana & Prasarana
: Nur Rohim
PAI smt. V
Dagan Solokuro

  Sugiarto
PAI smt. V
Lengor Laren

  Miftahur Rohman
PAI smt. V
Dagan Solokuro

  Ahmad Umar
PAI smt. III
Dagan Solokuro
Humas
: Nuril Huda
PMI smt. VII
Payaman Solokuro

  Zaqiyuddin Rozaq
PAI Int. smt. VII
Kemantren Paciran
Konsumsi
: Lenny Eka Aprie Liya
PAI smt. V
Kemantren Paciran

  Maela Dwi Wardhani
KPI smt. VII
Sendang Duwur

  Mamlu’atun Ni’mah
KPI smt. V
Kranji Paciran

  Hasma Yuli
PAI smt. V
Pekanbaru Riau
Pendamping Kelompok
: Mazidul Mubarok
KPI smt. VII
Sendang Duwur

  Turmudzi
PMI smt.VII
Kemantren Paciran

  Nasruddin
PAI smt. VII
Kemantren Paciran

  Ja’faruddin
PAI Int. smt. VII
Cirebon

  Eka Jayanti
KPI smt. VII
Kranji Paciran

  Nailis Saadah
PAI smt. VII
Drajat Paciran

  Feni Ariyanti
PAI smt. VII
Kranji Paciran

  Siti Hasanatul Ummah
PAI smt. V
Sumurber Panceng

  Fitri Ainiyah
PAI smt. V
Bolo Ujungpangkah

  Rohmatul Mu’minah
PAI smt. V
Bolo Ujungpangkah